Kemarau Panjang Bikin Ayam di Kediri Rentan Stres, Produktivitas Ternak Ikut Menurun


(photo by AI)


KEDIRI –
Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan tantangan tersendiri bagi para peternak ayam di Kabupaten Kediri. Suhu udara yang tinggi membuat kondisi kandang menjadi lebih panas sehingga unggas rentan mengalami stres panas atau heat stress.

Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan ayam, tetapi juga dapat menekan produktivitas ternak. Jika tidak ditangani dengan baik, suhu lingkungan yang terlalu tinggi bahkan berpotensi meningkatkan angka kematian ayam.

Salah seorang peternak ayam broiler di Kecamatan Plemahan, Munif, mengatakan perubahan cuaca selama musim kemarau cukup terasa di kandang miliknya. Terlebih, ia menggunakan sistem kandang open house yang kondisi suhunya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Menurutnya, ketika temperatur meningkat, ayam menjadi lebih mudah mengalami gangguan akibat panas. Kondisi tersebut membuat peternak harus memberikan perhatian ekstra terhadap kesehatan dan kondisi ternak.

Beberapa ekor ayam sempat mengalami kematian ketika suhu udara meningkat. Namun, jumlahnya masih dapat ditekan melalui penanganan dan pemberian obat sesuai kebutuhan.

Kualitas bibit juga menjadi salah satu faktor yang membantu menekan dampak buruk cuaca panas. Bibit ayam yang memiliki kondisi kesehatan baik dinilai lebih mampu bertahan ketika menghadapi perubahan lingkungan.

Nafsu Minum dan Produksi Telur Ikut Terdampak

Persoalan serupa juga dirasakan peternak ayam petelur. Suhu udara yang terlalu tinggi dapat mengubah perilaku ayam, termasuk pola konsumsi air dan kondisi tubuhnya.

Rahman, peternak ayam petelur asal Kecamatan Plemahan, mengungkapkan kondisi panas membuat ayam peliharaannya mengalami perubahan pola minum. Ketika kondisi tersebut berlangsung, kesehatan ayam ikut terganggu dan pada akhirnya berdampak terhadap produksi telur.

Menurutnya, penurunan produktivitas menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan peternak selama cuaca panas. Produksi telur dapat berkurang ketika kondisi ayam tidak berada dalam keadaan optimal.

Hal tersebut menjadi perhatian karena produktivitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pendapatan peternak ayam petelur. Semakin banyak ayam mengalami gangguan kesehatan, semakin besar pula potensi kerugian yang harus ditanggung.

Karena itu, peternak perlu melakukan pengawasan lebih intensif selama musim kemarau. Kondisi ayam, ketersediaan air minum, sirkulasi udara, hingga kebersihan kandang perlu diperhatikan agar ternak tetap berada dalam kondisi yang baik.

Sistem Kandang Jadi Faktor Penting

Tidak semua peternak mengalami dampak yang sama. Dedi, peternak ayam broiler di Kecamatan Ngasem, mengaku kondisi kemarau sejauh ini belum memberikan pengaruh besar terhadap ayam yang dipeliharanya.

Salah satu faktor yang membuat kondisi ternaknya relatif stabil adalah penggunaan sistem kandang close house.

Berbeda dengan kandang open house yang lebih banyak bergantung pada kondisi lingkungan, sistem close house memungkinkan peternak mengatur kondisi mikroklimat di dalam kandang.

Penggunaan kipas dan perangkat pendukung lainnya membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mengendalikan suhu. Dengan demikian, perubahan temperatur di luar kandang tidak sepenuhnya langsung dirasakan oleh ayam.

Sistem tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi peternakan terhadap kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Meski membutuhkan investasi dan biaya operasional lebih besar, kandang close house memberikan keuntungan dari sisi pengendalian lingkungan ternak.

Peternak Dituntut Lebih Adaptif

Perbedaan kondisi yang dialami para peternak menunjukkan bahwa sistem perkandangan memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau.

Pada kandang open house, peternak perlu lebih aktif mengantisipasi kenaikan suhu dengan memastikan sirkulasi udara berjalan baik dan kebutuhan air ternak tetap terpenuhi.

Sementara pada sistem close house, pengaturan suhu dan ventilasi dapat dilakukan dengan bantuan perangkat mekanis. Namun, sistem tersebut tetap membutuhkan pemantauan dan perawatan agar seluruh peralatan bekerja secara optimal.

Musim kemarau panjang pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan air bagi masyarakat dan pertanian, tetapi juga menjadi tantangan bagi sektor peternakan.

Peternak perlu menyesuaikan pola pemeliharaan dengan kondisi cuaca agar kesehatan ternak tetap terjaga. Langkah pencegahan sejak awal dinilai lebih penting daripada menunggu ayam mengalami gangguan akibat suhu panas.

Dengan pengelolaan kandang yang tepat, pemberian air dan pakan yang terjaga, serta pemantauan kesehatan secara rutin, risiko heat stress dapat ditekan. Hal tersebut sekaligus menjadi kunci untuk mempertahankan produktivitas peternakan ayam selama musim kemarau panjang.

(Red/lis)

0 Komentar