Pasokan Menyusut, Harga Cabai Rawit di Kediri Naik Jadi Rp42 Ribu per Kilogram


MULAI NAIK - Suasana pedagang cabai di area Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur. Harga cabai rawit tembus Rp42 ribu per kilogram (by tribunjatim.com)



KEDIRI – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kediri kembali mengalami kenaikan. Saat ini, komoditas tersebut dijual hingga Rp42.000 per kilogram setelah sebelumnya berada di kisaran Rp35.000-Rp38.000 per kilogram.

Kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memengaruhi produktivitas tanaman cabai sehingga hasil panen tidak sebanyak biasanya.

Pedagang mengaku pasokan dari petani mulai menyusut, sementara permintaan masyarakat tetap stabil. Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar membuat harga cabai rawit terus bergerak naik.

Selain faktor cuaca, kualitas hasil panen juga ikut terpengaruh. Suhu yang tinggi menyebabkan sebagian tanaman mengalami penurunan produktivitas sehingga jumlah cabai yang dapat dipanen lebih sedikit dibandingkan musim normal.

Meski mengalami kenaikan, pedagang menilai daya beli masyarakat masih relatif bertahan karena cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga. Namun, jika pasokan belum kembali normal dalam waktu dekat, harga berpotensi kembali meningkat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga komoditas pangan di pasar tradisional. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta mengantisipasi gejolak harga yang dapat memengaruhi inflasi daerah.

Pelaku usaha berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi cabai kembali meningkat. Dengan bertambahnya hasil panen, pasokan ke pasar diharapkan kembali normal sehingga harga cabai rawit dapat berangsur stabil.(red/lis)


0 Komentar