KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pelaksanaan GPM digelar di sejumlah titik yang tersebar di beberapa wilayah Kota Kediri. Lokasi kegiatan meliputi Balai Kelurahan Bangsal pada Senin, Balai Kelurahan Banjarmlati pada Selasa, Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo pada Rabu, Balai Kelurahan Bawang pada Kamis, serta SMPN 1 Kediri pada Jumat bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Palasari.
Kepala DKPP Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, GPM juga menjadi langkah antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Menurutnya, momentum setelah masa pendaftaran sekolah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang relatif stabil.
"Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Un.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kediri menggandeng sejumlah pihak untuk menyediakan berbagai kebutuhan pangan masyarakat. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, PT SMS menyediakan minyak goreng, sedangkan Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan aneka jenis cabai.
Selain itu, petani dan peternak mitra DKPP Kota Kediri turut berpartisipasi dengan menyediakan berbagai komoditas seperti sayuran hidroponik, telur ayam, serta susu kambing.
Un menjelaskan, seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan berada di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama ketika terjadi keterbatasan pasokan.
"Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri," jelasnya.
Meski pemerintah menyediakan pangan dengan harga terjangkau, masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal tersebut dilakukan agar ketersediaan bahan pangan tetap merata dan dapat dinikmati seluruh warga.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman," tambah Un.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Tamanan, Nika, mengaku mengetahui informasi mengenai GPM melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri. Ia kemudian memanfaatkan kegiatan tersebut saat berlangsung di Kelurahan Banjarmlati dengan membeli sejumlah kebutuhan seperti beras, cabai, dan bawang.
Menurutnya, harga yang ditawarkan dalam GPM lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sementara kualitas produk tetap terjaga.
"Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat," ungkapnya.
Nika berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama ketika harga sejumlah bahan pokok mengalami perubahan.(red/lis)
0 Komentar